Archive for February 27, 2008

Makanan dan Susu Formula Bayi yang beredar di Indonesia Terkontaminasi Enterobacter sakazakii

Peneliti Fakultas Kedokteran Hewan Institut Pertanian Bogor (IPB) yang terdiri dari Dr. Sri Estuningsih, mengungkapkan sebanyak 22,73 persen susu formula (dari 22 sampel) dan 40 persen makanan bayi (dari 15 sampel) yang dipasarkan antara April – Juni 2006 telah terkontaminasi Enterobacter sakazakii. Sampel makanan dan susu formula yang kami teliti berasal dari produk lokal,” kata Estu. Menurut Estu, selain dirinya, beberapa staf pengajar Fakultas Kedokteran Hewan IPB yang bergabung dalam penelitian ini antara lain: Drh.Hernomoadi Huminto MVS, Dr. I.Wayan T. Wibawan, dan Dr. Rochman Naim.

 

 

Penelitian ini dilakukan melalui dua tahap. Tahap pertama, isolasi dan identifikasi E.sakazakii dalam 22 sampel susu formula dan 15 sampel makanan bayi. Tahap kedua, menguji 12 isolat E.sakazakii dari hasil isolasi dan kemampuannya menghasilkan enteroksin (racun) melalui uji sitolisis (penghancuran sel). Dari 12 isolat yang diujikan terdapat 6 isolat yang menghasilkan enteroksin. Uji selanjutnya adalah menguji isolat tersebut pada kemampuan toksinnya setelah dipanaskan. Terdapat 5 dari 6 isolat tersebut yang masih memiliki kemampuan sitolisis setelah dipanaskan.

 

Selanjutnya Estu menentukan satu kandidat dari isolat tersebut dan menguji enterotoksin serta bakteri vegetatifnya pada bayi mencit berusia enam hari. Bayi mencit diinfeksi melalui rute oral (cekok mulut) menggunakan sonde lambung khusus dan steril. Setelah 3 hari kemudian dilakukan pengambilan sampel organ mencit tersebut. “Hasil pengujian enteroksin murni dan enteroksin yang dipanaskan dan bakteri mengakibatkan enteritis (peradangan saluran pencernaan), sepsis (infeksi peredaran darah) dan meningitis (infeksi pada lapisan urat saraf tulang belakang dan otak). Pemeriksaan tersebut dilakukan dengan metode hispatologi menggunakan pewarnaan Hematoksilin Eosin.

 

Penelitian ini menyimpulkan di Indonesia terdapat susu formula dan makanan bayi yang terkontaminasi oleh E. Sakazakii yang menghasilkan enterotoksin tahan panas dan menyebabkan enteritis, sepsis dan meningitis pada bayi mencit. Dari hasil pengamatan histopatologis yang diperoleh masih dibutuhkan penelitian senada yang lebih mendalam untuk mendukung hasil penelitian tersebut. Sangat penting dipahami bahwa susu formula bayi bukanlah produk steril, sehingga dalam penggunaannya serta penyimpanannya perlu perhatian khusus untuk menghindari kejadian infeksi karena mengkonsumsi produk tersebut.

 

Estu secara pribadi telah menlihat langsung fasilitas salah satu perusahaan makanan dan susu formula dengan omzet terbesar di Indonesia. “Sebagian besar fasilitas tersebut telah memenuhi standar operasional prosedure perusahaan susu formula bayi, dan saat ini masih terus dilakukan upaya untuk mencegah kontaminasi tersebut,” ujar Estu.

Sumber: www.ipb.ac.id

Comments (1) »

TAHUKAH KAMU APA ITU PEMANASAN GLOBAL

Pemanasan global (global warming) pada dasarnya merupakan fenomena peningkatan temperatur global dari tahun ke tahun karena terjadinya efek rumah kaca (greenhouse effect) yang disebabkan oleh meningkatnya emisi gas-gas seperti karbondioksida (CO2), metana (CH4), dinitrooksida (N2O) dan CFC sehingga energi matahari terperangkap dalam atmosfer bumi.. Penyebab utama pemanasan ini adalah pembakaran bahan bakar fosil, seperti batu bara, minyak bumi, dan gas alam, yang melepas karbondioksida dan gas-gas lainnya yang dikenal sebagai gas rumah kaca ke atmosfer.

Pemanasan global mengakibatkan dampak yang luas dan serius bagi kehidupan makhluk hidup di bumi ini,antara lain seperti:

 

  • Cuaca

Menurut penelitian yang dilakukan, yang paling terkena dampaknya dilihat dari segi cuaca adalah di daerah bumi bagian utara dan daerah kutub. Gunung-gunung es akan mencair, daratan akan mengecil, dan es yang terapung di bagian utara bumi akan berkurang. Selain itu pemanasan global juga akan berdampak di daerah subtropis. Seperti perbedaan suhu pada musim dingin dan malam hari yang akan semakin meningkat, musim tanam akan lebih panjang, dan bagian yang tertutup salju akan cepat mencair. Sedangkan di daerah tropis atau daerah hangat akan menimbulkan lebih banyak bencana seperti kelembaban yang tinggi, badai, topan badai (Hurricane), curah hujan meningkat, kemarau panjang, dan cuaca menjadi tidak terprediksi.

  • Pantai dan Tinggi permukaan air laut

Pemanasan global menyebabkan suhu permukaan bumi meningkat sehingga suhu permukaan air laut juga akan meningkat. Hal tersebut menyebabkan volume air laut membesar dan menaikkan permukaan air laut. Ini akan berdampak bagi kehidupan di daerah pantai antara lain erosi yang meningkat di tebing, pantai, bukit pasir dan mempengaruhi ekosistem di pantai. Selain itu dampak lainnya adalah banjir akibat meningkatnya air pasang pada muara sungai serta kenaikan air laut dapat menutupi sebagian daratan dekat pantai.

Dari segi pertanian juga akan sangat dirugikan dengan adanya pemanasan global. Pemanasan global salah satu ciri yang sangat nampak dampaknya adalah kenaikan suhu permukaan bumi dan anggapan yang salah bahwa dengan meningkatnya suhu maka produktivitas pertanian juga meningkat. Justru dengan meningkatnya suhu menyebabkan cuaca tidak menentu sehingga musim tanam di beberapa daerah juga akan berubah. Contohnya di daerah pertanian gurun yang bergantung pada irigasi dari gunung-gunung akan semakin menderita karena snowpack (kumpulan salju) yang berfungsi sebagai reservoir air (penyimpan air) pada musim dingin akan lebih cepat mencair sebelum puncak masa tanam tiba. Dampak buruk lainnya juga berakibat pada tanaman pangan dan hutan terserang hama dan penyakit yang lebih hebat.

  • Kehidupan hewan dan tumbuhan

Mahkluk hidup yang paling terkena dampak buruk dari pemanasan global ini adalah hewan dan tumbuhan. Satwa cenderung akan bermigrasi ke daerah kutub atau kearah pegunungan. Sedangkan tumbuhan akan mengubah arah pertumbuhan,mengarah kedaerah baru karena menganggap daerah lamanya sudah terlalu hangat. Namun pembangunan manusia akan menghalanginya. Spesies yang terhalangi perpindahannya dan tidak dapat berpindah cepat mungkin akan mati.

  • Kesehatan manusia

Banyak ilmuan yang memprediksi bahwa dengan meningkatnya suhu bumi akan menyebabkan banyak orang yang terkena penyakit dan meninggal karena stres panas. Penyakit-penyakit lain yang dapat timbul akaibat pemanasan global dan sering dijumpai adalah deman dengue, demam kuning, encephalitis, serta meningkatnya insiden alergi dan penyakit pernafasan karena udara yang lebih hangat akan memperbanyak polutan, spora mold dan serbuk sari.

  • Sosial dan Ekonomi

Dampak bagi aktivitas sosial-ekonomi masyarakat meliputi gangguan terhadap fungsi kawasan pesisir dan kota pantai, gangguan terhadap fungsi prasarana dan sarana seperti jaringan jalan, pelabuhan dan bandara, terhadap permukiman penduduk, pengurangan produktivitas lahan pertanian, peningkatan resiko kanker dan wabah penyakit, dll.

Beberapa hal yang dapat kita lakukan untuk mengurangi pemanasan global antara lain:

(1) Matikan semua alat elektronik saat tidak digunakan. Kerlip merah penanda standby menunjukkan alat tersebut masih menggunakan listrik. Artinya Anda terus berkontribusi pada pemanasan global.

(2) Pilihlah perlengkapan elektronik serta lampu yang hemat energi

(3) Saat matahari bersinar hindari penggunaan mesin pengering, jemur dan biarkan pakaian kering secara alami

(4) Matikan keran saat sedang menggosok gigi

(5) Gunakan air bekas cucian sayuran dan buah untuk menyiram tanaman

(6) Segera perbaiki keran yang bocor – keran bocor menumpahkan air bersih hingga 13 liter air per hari

(7) Jika mungkin mandilah dengan menggunakan shower. Mandi berendam merupakan cara yang paling boros air.

(8) Selalu gunakan kertas di kedua sisinya

(9) Gunakan kembali amplop bekas

(10)Jangan gunakan produk ’sekali pakai’ seperti piring dan sendok kertas atau pisau, garpu dan cangkir plastic

(11)Gunakan baterai isi ulang

(12)Pilih kalkulator bertenaga surya

Setelah mengetahui pengertian dari pemanasan global, dampak buruknya bagi makhluk hidup dan lingkungan di bumi ini maka seorang mahasiswa sebagai bagian dari masyarakat intlektual seharusnya kita mampu melakukan hal-hal yang dapat meminimalisir terjadinya pemanasan global. Mulai saat ini, sudah saatnya mahasiswa berperan aktif dalam membantu pemerintah mengurangi dampak buruk global warming atau pemanasan global.

Comments (1) »