pemanasan global dan teman-temannya

Awal Desember tahun 2007 telah diadakan konfrensi di Bali yang membahas tentang naiknya temepratur di permukaan bumi. Konfrensi tersebut dihadiri oleh puluhan negara baik negara maju seperti Amerika, Jepang dan negara-negara di bagian Eropa serta negara-negara berkembang seperti negara-negara Asia. Konfrensi tersebut menghasilakn Peta Jalan Bali yang pada intinya berisi tentang bagaimana cara mencegah agar bumi kita tidak semakin panas.

Seperti yang telah diketahui bahwa pemanasan permukaan bumi atau yang lebih dikenal dengan pemanasan global terjadi karena meningkatnya konsentrasi gas-gas rumah kaca. Disebut sebagai gas rumah kaca karena gas tersebut berfungsi seperti kaca yang berada dalam rumah kaca. Sinar matahari yang dipancarkan ke bumi sebagian besar akan dikembalikan lagi ke atmosfer. Karena adanya gas-gas rumah kaca, maka sinar matahari yang seharusnya dikembalikan ke atmosfer tersebut akan dipantulkan kembali ke bumi, pematulan inilah yang menyebabkan temepratur meningkat. Dengan semakin meningkatnya konsentrasi gas-gas rumah kaca di atmosfer, maka semakin banyak panas yang terperangkap di bawahnya.

Gas tersebut antara lain uap air, karbondioksida, dan metana. Gas-gas ini menyerap dan memantulkan kembali radiasi gelombang yang dipancarkan bumi dan akibatnya panas tersebut akan tersimpan di permukaan bumi. Hal tersebut terjadi berulang-ulang dan mengakibatkan suhu rata-rata tahunan bumi terus meningkat. Jadi dapat di jelaskan bahwa pemanasan global adalah kejadian meningkatnya temperatur rata-rata atmosfer, laut dan daratan bumi. Seperti yang dijelasakan dalam Wikipedia Indonesia bahwa temperatur rata-rata global pada permukaan bumi telah meningkat 0.74 ± 0.18°c (1.33 ± 0.32°f) selama seratus tahun terakhir. Johannis dalam sebuah artikel menuturkan bahwa pemanasan global (global warming) pada dasarnya merupakan fenomena peningkatan temperatur global dari tahun ke tahun karena terjadinya efek rumah kaca (greenhouse effect) yang disebabkan oleh meningkatnya emisi gas-gas seperti karbondioksida (CO2), metana (CH4), dinitrooksida (N2O) dan CFC sehingga energi matahari terperangkap dalam atmosfer bumi.

Dengan meningkatnya temperatur global ini bukan tidak mungkin akan menimbulkan permasalah-permasalah baru. Meningkatnya temperatur global diperkirakan akan menyebabkan perubahan-perubahan seperti naiknya muka air laut, meningkatnya intensitas kejadian cuaca yang ekstrim, serta perubahan jumlah dan pola presipitasi. sebuaha artikel menjelaskan bahwa pemanasan global mengakibatkan dampak yang luas dan serius bagi lingkungan biogeofisik seperti pelelehan es di kutub, kenaikan muka air laut, perluasan gurun pasir, peningkatan hujan dan banjir, perubahan iklim, punahnya flora dan fauna tertentu, migrasi fauna dan hama penyakit. Sedangkan dampak bagi aktivitas sosial-ekonomi masyarakat meliputi : (a) gangguan terhadap fungsi kawasan pesisir dan kota pantai, (b) gangguan terhadap fungsi prasarana dan sarana seperti jaringan jalan, pelabuhan dan bandara (c) gangguan terhadap permukiman penduduk, (d) pengurangan produktivitas lahan pertanian, (e) peningkatan resiko kanker dan wabah penyakit.

Sebenarnya, efek rumah kaca sangat dibutuhkan oleh segala makhluk hidup yang ada di bumi apabila konsetrasi gas-gasnya masih berada dalam ambang kewajaran. Tanpa adanya efek rumah kaca, maka planet ini akan menjadi sangat dingin. Akan tetapi konsentrasi gas-gas yang menyebabkan efek rumah kaca sudah sangat melebihi batas, sehingga pemanasan global menjadi akibatnya. Akibat-akibat pemanasan global yang lain adalah terpengaruhnya hasil pertanian, hilangnya gletser dan punahnya berbagai jenis hewan.

Ketika temperatur global meningkat, es yang berada di dekat kutub akan mencair dengan kecepatan yang terus meningkat. Bersama dengan melelehnya es tersebut, daratan atau air dibawahnya akan terbuka. Baik daratan maupun air memiliki kemampuan memantulkan cahaya lebih sedikit bila dibandingkan dengan es, dan akibatnya akan menyerap lebih banyak radiasi matahari. Hal ini akan menambah pemanasan dan menimbulkan lebih banyak lagi es yang mencair. Pada akhirnya kejadian ini akan menjadi suatu siklus yang berkelanjutan yang akan menyebabkan meningkatnya muka air laut. Muka air laut mengalami kenaikan rata-rata 0,175 centimeter setiap tahun sejak 1961(kompas cyber)

Selain meningkatnya muka air laut, efek lain dari meningkatnya temperatur global adalah meningkatnya temperatur air laut. Jika laut menjadi lebih hangat, maka kemampuan lautan untuk menyerap karbondioksida akan berkurang. Hal ini diakibatkan oleh menurunya tingkat nutrien pada zona mesopelagic sehingga membatasi pertumbuhan diatom daripada fitoplankton yang merupakan penyerap karbon yang rendah.

Salah satu penyebab meningkatnya konsentrasi gas rumah kaca adalah terjadinya kebakaran hutan. Untuk setiap hektar kebakaran hutan/lahan saja, akan dihasilkan 18,9 hingga 702 juta ton karbon dioksida. karbon yang terlepas ke udara dari hasil kebakaran hutan/lahan akan menyebabkan gas terperangkap di atas awan pada ketinggian 5-7 km. Akibatnya, panas dari sinar matahari tidak dapat keluar dari bumi sehingga suhu udara akan semakin bertambah. Suhu udara di bumi rata-rata bertambah 2o C setiap 10 tahun sejak 1980 (kompas cyber).

Cara yang paling mudah untuk menghilangkan karbondioksida di udara adalah dengan memelihara pepohonan dan menanam pohon lebih banyak lagi. Pohon, terutama yang muda dan cepat pertumbuhannya, menyerap karbondioksida yang sangat banyak, memecahnya melalui fotosintesis, dan menyimpan karbon dalam kayunya. Gas karbondioksida juga dapat dihilangkan secara langsung. Caranya dengan menyuntikkan (menginjeksikan) gas tersebut ke sumur-sumur minyak untuk mendorong agar minyak bumi keluar ke permukaan. Injeksi juga bisa dilakukan untuk mengisolasi gas ini di bawah tanah seperti dalam sumur minyak, lapisan batubara atau aquifer(Randu).

Akan tetapi untuk menanam pohon, sekarang ini dirasakan sangat sulit. Hal ini dikarenakan adanya alih fungsi lahan yang berubah menjadi pemukiman dan kawasan industri. Selain itu, kebakanaran hutan akan menyebabkan hilangnya unsur hara dari tanah, sehingga kesuburan tanah akan menurun yang menyebabkan terhambatnya pertumbuahn pohon yang di tanam. Kondisi ini akan berlangsung terus menerus, sehingga konsentrsi gas rumah kaca akan terus bertambah dari waktu ke waktu.

 

by: lina qr3n divisi litbang pertanian hamit

dari berbagai sumber

 

Say your words