Kembalikan Bahan Organik Kedalam Tanah
Gerakan ini dimaksudkan untuk menjaga kesehatan tanah sebagai media kehidupan.
Tanah-tanah di Indonesia sudah sangat kehilangan Bahan Organik.
Untuk itu, bagi kita semua yang abis makan buah atau sayur, terus kulitnya jangan dibuang ditempat sampah, tapi coba dibenamkan kedalam tanah dilahan pekarangna rumah kita. caranya bisa buat biopori, dikomposkan atau di taburkan diatas tanah. Tapi ingat, tetap jaga keindahan halaman rumah kita!!!
Ok bro,,,
Kompos
Kompos adalah hasil penguraian parsial/tidak lengkap dari campuran bahan-bahan organik yang dapat dipercepat secara artifisial oleh populasi berbagai macam mikroba dalam kondisi lingkungan yang hangat, lembab, dan aerobik atau anaerobik . Sedangkan pengomposan adalah proses dimana bahan organik mengalamipenguraian secara biologis, khususnya oleh mikroba-mikroba yang memanfaatkan bahan organik sebagai sumber energi. Membuat kompos adalah mengatur dan mengontrol proses alami tersebut agar kompos dapat terbentuk lebih cepat. Proses ini meliputi membuat campuran bahan yang seimbang, pemberian air yang cukup, mengaturan aerasi, dan penambahan aktivator pengomposan. Sampah terdiri dari dua bagian, yaitu bagian organik dan anorganik. Rata-rata persentase bahan organik sampah mencapai ±80%, sehingga pengomposan merupakan alternatif penanganan yang sesuai
Proses Pengomposan
Faktor-faktor yang mempengaruhi pengomposan
- Macam bahan
- Ukuran bahan
- C/N ratio
- Kelembaban
- Suhu
- pH
- Aerasi
- Inokulan
Manfaat Kompos, dilihat dari berbagai aspek :
Aspek tanah
- meningkatkan kesuburan tanah dan merangsang perakaran yang sehat.
- Memperbaiki struktur tanah dengan meningkatkan kandungan bahan organik tanah dan akan meningkatkan kemampuan tanah untuk mempertahankan kandungan air tanah.
- Aktivitas mikroba tanah yang bermanfaat bagi tanaman akan meningkat dengan penambahan kompos. Aktivitas mikroba ini membantu tanaman untuk menyerap unsur hara dari tanah dan menghasilkan senyawa yang dapat merangsang pertumbuhan tanaman. Aktivitas mikroba tanah juga diketahui dapat membantu tanaman menghadapi serangan penyakit.
- Tanaman yang dipupuk dengan kompos juga cenderung lebih baik kualitasnya daripada tanaman yang dipupuk dengan pupuk kimia, misal: hasil panen lebih tahan disimpan, lebih berat, lebih segar, dan lebih enak.
Aspek Ekonomi :
- Menghemat biaya untuk transportasi dan penimbunan limbah
- Mengurangi volume/ukuran limbah
- Memiliki nilai jual yang lebih tinggi dari pada bahan asalnya
Aspek Lingkungan :
- Mengurangi polusi udara karena pembakaran limbah
- Mengurangi kebutuhan lahan untuk penimbunan
Mahatan (Mading Anak Tanah)
Yey, telah terbit mading terbaru pada masa kepengurusan tahun 2008. Tema mading kali ini adalah Universal Love,, bener2 ngebuka wawasan cinta secara luas,,, ada bwt keluarga,, bwt negara,, bwt sesama,, bwt lingkungan,, dan yg pasti bwt Tuhan,,, penasaran kan,, makanya mampir2 yagh,, baca2 gitu,, photo2 jg boleh,, keren lho dijadiin background,, >_<
UPGRADING part 2
Wah,baru sempet nge-update lagi nih blog, terusan dari upgrading hari pertama,kita lanjut hari ke-2 yaitu Outbound yang dilaksanakan di sekitar cangkurawok-cifor. Ada 5 post dalam outbound ini,dan kita dibagi menjadi 7 kelompok secara acak, jadi 5 orang perkelompok, gw lupa nama-nama per-post nya ^_^.
Post pertama, kita disuruhbikin lubang dikertas namun kertas nya jangan ampe bolong,bingung kan?
Post ke-2 itu,kita disuruh masukin air ke botol yang udah berlubang dengan bagian tubuh kita, kebetulan deket post ini ada sungai, jadi ngambil airnya klo ga pake tangan yah dikumur-kumur dulu airnya.
Post ke-3 itu melatih koordinasi kita agar tidak miscommunication dalam suatu organisasi, permainannya yaitu satu orang menjadi kiper dengan mata tertutup dan harus menangkap plastik air yang warnanya biru(gw ga taw air apa ini!?). Sang kiper harus memberikan perintah yang jelas kepada 4 orang teman yang melempar plastik air tersebut agar mudah ditangkap.
Post ke-4, itu kayak quiz komunikata, kita melukiskan gambar di punggung teman kita denga buku jari tangan, dan seterusnya hingga sampai orang terakhir.
Post ke-5 merupakan salah satu post terkotor karena kita maen-maen ama lumpur ma tanah, satu orang dari kelompok kita mesti melewati suatu rute yang banyak kubangan lumpurnya namun ga boleh nyentuh tanah.
Well,itu saja untuk acara upgrading pada siang harinya dan pada malam harinya dilanjutkan dengan malam keakraban bertempat di depan HMIT, acaranya adalah makan-makan bareng, ajang kreativitas per divisi dan pengumuman kelompok pemenang outbound.Berikut ini hasil jepretan2 nya:
Upgrading HMIT (part 1)
Tanggal 23 februari 2008, HMIT (Himpunan Mahasiswa Ilmu Tanah) mengadakan acara upgrading. Upgrading kali ini bertema ” Menuju HMIT yang Berprestasi”, tema ini memang menjadi target utama kepengurusan HMIT tahun ini agar bisa lebih berprestasi terutama dalam segi akademik. Acara pembukaan kali ini dibuka oleh sekretaris departemen yaitu Ir. Syaiful Anwar dan ketua panitia pelaksana yaitu Rahardian budi Permana. Setelah itu ada penyampaian materi pertama “Peranan Komisi Kemahasiswaan terhadap Kinerja Himpro dan Manajemen Waktu” dari Komisi Kemahasiswaan Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan yaitu Dr.Ir.Widiatmaka,DAA.
Setelah itu materi ke-2 bertema “pentingnya organisasi dan manfaatnya dalam dunia kerja” oleh Bapak Anhar Kusnaedi, Alumni Ilmu Tanah angkatan 15.
Setelah itu ketua Badan Pengawas Himpro Anggi raditya dan perwakilan dari BEM Faperta IPB memberikan sepatah dua patah kata. Acara terakhir adalah AMT (achievemnent Motivation Training) oleh Aris Setyawan yang sangat mengugah hati kita semua, sehingga ada beberapa anggota HMIT yang meneteskan air mata. Semoga dengan adanya Upgrading kali ini, HMIT dapat lebih berprestasi dalam masa periode setahun ini. Amien.
Makanan dan Susu Formula Bayi yang beredar di Indonesia Terkontaminasi Enterobacter sakazakii
Peneliti Fakultas Kedokteran Hewan Institut Pertanian Bogor (IPB) yang terdiri dari Dr. Sri Estuningsih, mengungkapkan sebanyak 22,73 persen susu formula (dari 22 sampel) dan 40 persen makanan bayi (dari 15 sampel) yang dipasarkan antara April – Juni 2006 telah terkontaminasi Enterobacter sakazakii. ” Sampel makanan dan susu formula yang kami teliti berasal dari produk lokal,” kata Estu. Menurut Estu, selain dirinya, beberapa staf pengajar Fakultas Kedokteran Hewan IPB yang bergabung dalam penelitian ini antara lain: Drh.Hernomoadi Huminto MVS, Dr. I.Wayan T. Wibawan, dan Dr. Rochman Naim.
Penelitian ini dilakukan melalui dua tahap. Tahap pertama, isolasi dan identifikasi E.sakazakii dalam 22 sampel susu formula dan 15 sampel makanan bayi. Tahap kedua, menguji 12 isolat E.sakazakii dari hasil isolasi dan kemampuannya menghasilkan enteroksin (racun) melalui uji sitolisis (penghancuran sel). Dari 12 isolat yang diujikan terdapat 6 isolat yang menghasilkan enteroksin. Uji selanjutnya adalah menguji isolat tersebut pada kemampuan toksinnya setelah dipanaskan. Terdapat 5 dari 6 isolat tersebut yang masih memiliki kemampuan sitolisis setelah dipanaskan.
Selanjutnya Estu menentukan satu kandidat dari isolat tersebut dan menguji enterotoksin serta bakteri vegetatifnya pada bayi mencit berusia enam hari. Bayi mencit diinfeksi melalui rute oral (cekok mulut) menggunakan sonde lambung khusus dan steril. Setelah 3 hari kemudian dilakukan pengambilan sampel organ mencit tersebut. “Hasil pengujian enteroksin murni dan enteroksin yang dipanaskan dan bakteri mengakibatkan enteritis (peradangan saluran pencernaan), sepsis (infeksi peredaran darah) dan meningitis (infeksi pada lapisan urat saraf tulang belakang dan otak). Pemeriksaan tersebut dilakukan dengan metode hispatologi menggunakan pewarnaan Hematoksilin Eosin.
Penelitian ini menyimpulkan di Indonesia terdapat susu formula dan makanan bayi yang terkontaminasi oleh E. Sakazakii yang menghasilkan enterotoksin tahan panas dan menyebabkan enteritis, sepsis dan meningitis pada bayi mencit. Dari hasil pengamatan histopatologis yang diperoleh masih dibutuhkan penelitian senada yang lebih mendalam untuk mendukung hasil penelitian tersebut. Sangat penting dipahami bahwa susu formula bayi bukanlah produk steril, sehingga dalam penggunaannya serta penyimpanannya perlu perhatian khusus untuk menghindari kejadian infeksi karena mengkonsumsi produk tersebut.
Estu secara pribadi telah menlihat langsung fasilitas salah satu perusahaan makanan dan susu formula dengan omzet terbesar di Indonesia. “Sebagian besar fasilitas tersebut telah memenuhi standar operasional prosedure perusahaan susu formula bayi, dan saat ini masih terus dilakukan upaya untuk mencegah kontaminasi tersebut,” ujar Estu.
Sumber: www.ipb.ac.id
TAHUKAH KAMU APA ITU PEMANASAN GLOBAL
Pemanasan global (global warming) pada dasarnya merupakan fenomena peningkatan temperatur global dari tahun ke tahun karena terjadinya efek rumah kaca (greenhouse effect) yang disebabkan oleh meningkatnya emisi gas-gas seperti karbondioksida (CO2), metana (CH4), dinitrooksida (N2O) dan CFC sehingga energi matahari terperangkap dalam atmosfer bumi.. Penyebab utama pemanasan ini adalah pembakaran bahan bakar fosil, seperti batu bara, minyak bumi, dan gas alam, yang melepas karbondioksida dan gas-gas lainnya yang dikenal sebagai gas rumah kaca ke atmosfer.
Pemanasan global mengakibatkan dampak yang luas dan serius bagi kehidupan makhluk hidup di bumi ini,antara lain seperti:
- Cuaca
Menurut penelitian yang dilakukan, yang paling terkena dampaknya dilihat dari segi cuaca adalah di daerah bumi bagian utara dan daerah kutub. Gunung-gunung es akan mencair, daratan akan mengecil, dan es yang terapung di bagian utara bumi akan berkurang. Selain itu pemanasan global juga akan berdampak di daerah subtropis. Seperti perbedaan suhu pada musim dingin dan malam hari yang akan semakin meningkat, musim tanam akan lebih panjang, dan bagian yang tertutup salju akan cepat mencair. Sedangkan di daerah tropis atau daerah hangat akan menimbulkan lebih banyak bencana seperti kelembaban yang tinggi, badai, topan badai (Hurricane), curah hujan meningkat, kemarau panjang, dan cuaca menjadi tidak terprediksi.
- Pantai dan Tinggi permukaan air laut
Pemanasan global menyebabkan suhu permukaan bumi meningkat sehingga suhu permukaan air laut juga akan meningkat. Hal tersebut menyebabkan volume air laut membesar dan menaikkan permukaan air laut. Ini akan berdampak bagi kehidupan di daerah pantai antara lain erosi yang meningkat di tebing, pantai, bukit pasir dan mempengaruhi ekosistem di pantai. Selain itu dampak lainnya adalah banjir akibat meningkatnya air pasang pada muara sungai serta kenaikan air laut dapat menutupi sebagian daratan dekat pantai.
Dari segi pertanian juga akan sangat dirugikan dengan adanya pemanasan global. Pemanasan global salah satu ciri yang sangat nampak dampaknya adalah kenaikan suhu permukaan bumi dan anggapan yang salah bahwa dengan meningkatnya suhu maka produktivitas pertanian juga meningkat. Justru dengan meningkatnya suhu menyebabkan cuaca tidak menentu sehingga musim tanam di beberapa daerah juga akan berubah. Contohnya di daerah pertanian gurun yang bergantung pada irigasi dari gunung-gunung akan semakin menderita karena snowpack (kumpulan salju) yang berfungsi sebagai reservoir air (penyimpan air) pada musim dingin akan lebih cepat mencair sebelum puncak masa tanam tiba. Dampak buruk lainnya juga berakibat pada tanaman pangan dan hutan terserang hama dan penyakit yang lebih hebat.
- Kehidupan hewan dan tumbuhan
Mahkluk hidup yang paling terkena dampak buruk dari pemanasan global ini adalah hewan dan tumbuhan. Satwa cenderung akan bermigrasi ke daerah kutub atau kearah pegunungan. Sedangkan tumbuhan akan mengubah arah pertumbuhan,mengarah kedaerah baru karena menganggap daerah lamanya sudah terlalu hangat. Namun pembangunan manusia akan menghalanginya. Spesies yang terhalangi perpindahannya dan tidak dapat berpindah cepat mungkin akan mati.
- Kesehatan manusia
Banyak ilmuan yang memprediksi bahwa dengan meningkatnya suhu bumi akan menyebabkan banyak orang yang terkena penyakit dan meninggal karena stres panas. Penyakit-penyakit lain yang dapat timbul akaibat pemanasan global dan sering dijumpai adalah deman dengue, demam kuning, encephalitis, serta meningkatnya insiden alergi dan penyakit pernafasan karena udara yang lebih hangat akan memperbanyak polutan, spora mold dan serbuk sari.
- Sosial dan Ekonomi
Dampak bagi aktivitas sosial-ekonomi masyarakat meliputi gangguan terhadap fungsi kawasan pesisir dan kota pantai, gangguan terhadap fungsi prasarana dan sarana seperti jaringan jalan, pelabuhan dan bandara, terhadap permukiman penduduk, pengurangan produktivitas lahan pertanian, peningkatan resiko kanker dan wabah penyakit, dll.
Beberapa hal yang dapat kita lakukan untuk mengurangi pemanasan global antara lain:
(1) Matikan semua alat elektronik saat tidak digunakan. Kerlip merah penanda standby menunjukkan alat tersebut masih menggunakan listrik. Artinya Anda terus berkontribusi pada pemanasan global.
(2) Pilihlah perlengkapan elektronik serta lampu yang hemat energi
(3) Saat matahari bersinar hindari penggunaan mesin pengering, jemur dan biarkan pakaian kering secara alami
(4) Matikan keran saat sedang menggosok gigi
(5) Gunakan air bekas cucian sayuran dan buah untuk menyiram tanaman
(6) Segera perbaiki keran yang bocor – keran bocor menumpahkan air bersih hingga 13 liter air per hari
(7) Jika mungkin mandilah dengan menggunakan shower. Mandi berendam merupakan cara yang paling boros air.
(8) Selalu gunakan kertas di kedua sisinya
(9) Gunakan kembali amplop bekas
(10)Jangan gunakan produk ’sekali pakai’ seperti piring dan sendok kertas atau pisau, garpu dan cangkir plastic
(11)Gunakan baterai isi ulang
(12)Pilih kalkulator bertenaga surya
Setelah mengetahui pengertian dari pemanasan global, dampak buruknya bagi makhluk hidup dan lingkungan di bumi ini maka seorang mahasiswa sebagai bagian dari masyarakat intlektual seharusnya kita mampu melakukan hal-hal yang dapat meminimalisir terjadinya pemanasan global. Mulai saat ini, sudah saatnya mahasiswa berperan aktif dalam membantu pemerintah mengurangi dampak buruk global warming atau pemanasan global.
Gas-Gas Berbahaya
Saat ini kita sebagai umat manusia dipusingkan dengan berbagai isu yang menyangkut tentang pemanasan global. Pemanasan global merupakan meningkatnya suhu rata – rata permukaan bumi dari tahun ke tahun yang disebabkan peningkatan jumlah emisi gas rumah kaca di atmosfer. Pemanasan global akan diikuti dengan perubahan iklim, seperti meningkatnya curah hujan di beberapa belahan dunia sehingga menimbulkan banjir dan erosi. Akhir – akhir ini, hal seperti ini sudah sering terjadi di Indonesia dimana terjadi banjir dan longsor pada musim hujan dan terjadi kekeringan pada musim kemaruau. Selain itu, waktu pergantian musim di Indonesia juga sudah mulai bergeser.
Pemanasan global terjadi akibat dari tindakan manusia yang berhubungan dengan penggunaan bahan bakar fosil, pertanian, peternakan, dan pemanfaatan hutan yang berlebihan dan tidak memperhatikan keseimbangan alam. Penggunaan bahan bakar fosil, kegiatan-kegiatan pertanian dan peternakan, dan perambahan hutan secara langsung akan menghasilkan gas buangan yang menjadi penyebab meningkatnya suhu permuakaan bumi. Gas buangan tersebut antara lain adalah karbindioksida (CO2), metana (CH4), dinitro oksida (N2O), hidrofluorokarbon (HFC), perfluorokarbon (PFC), sampai sulfur heksafluorida (SF6). Gas rumah kaca yang memberikan sumbangan terbanyak adalah CO2, CH4, dan N2O. Sedangkan HFC, PFC, dan SF6, hanya memberikan sumbangan kurang dari 1%.
Gas – gas rumah kaca ini banyak dihasilkan oleh negara – negara maju seperti Amerika Serikat, Inggris, Jerman, Kanada, dan Jepang. Hal ini disebabkan gas rumah kaca banyak dihasilkan dari sektor energi, industri, dan tranportasi yang merupakan sektor andalan di negara – negara maju. Total gas rumah kaca yang dihasilkan oleh Amerika Serikat lebih besar dua kali lipat dibandingkan total emisi gas rumah kaca China, dan emisi total gas rumah kaca dari negara berkembang besar sperti Korea, Meksiko, Afrika Selatan, Brazil, Indonesia, dan Argentina tidak lebih besar daripada Amerika Serikat. Indonesia menjadi penghasil gas rumah kaca terbesar ke-3 setelah Amerika Serikat dan China karena di Indonesia banyak terjadi pembakaran hutan (khususnya kawasan gambut) yang terjadi hampir setiap tahun. Selain itu, Indonesia juga dituduh menghasilkan gas metan yang sangat besar karena menerapkan pertanian tanah sawah. Padahal, gas metan pada tanah sawah hanya terbentuk jika dilakukan pengolahan – pengolahan tertentu.
Sejak munculnya kepedulian masyarakat dunia mengenai pamanasan global, diadakan berbagai perjanjian yang bertujuan untuk mengurangi kandungan gas rumah kaca di atmosfer mulai dari Kerangka Konfensi untuk Perubahan Iklim (Framework Confention on Climate Change) di Rio de Janeiro, Protokol Kyoto, sampai yang terakhir adalah diadakannya Bali Action Plan pada Desember 2007 di Bali. Kerangka Konfensi untuk Perubahan Iklim ini hanya mengikat negara – negara inustri secara moral untuk menstabilkan emisi CO2-nya. Namun, hanya sedikit dari negara industri ini yang dapat memenuhi target penurunan emisinya. Karena hal itu, maka dibuat suatu komitmen yang mengikat secara hukum dan memperkuatnya dalam sebuah protokol, yaitu Protokol Kyoto yang mengharuskan negara – negara industri untuk menurunkan emisinya secara kolektif sebesar 5,2% dari tingkat emisi tahun 1990.
Sedangkan berdasarkan Bali Action Plan, keputusannya secara garis besar hanya berisi mengenai kebijakan yang harus dibuat oleh negara – negara yang mendukung pengurangan emisi dari deforestasi dan kerusakan hutan di negara –negara berkembang serta penyaluran dana bagi transfer teknologi yang lebih ramah lingkungan. Rencana kerja inilah yang kemudian diadopsi oleh pemerintah Indonesia. Salah satunya yang nampak sudah semakin nyata ialah pelaksanaan pengurangan emisi dari deforestasi serta kerusakan hutan yang umum disebut program REDD.
Intinya, penggunaan energi fosil yang menghasilkan emisi gas rumah kaca harus diganti dengan penggunaan bahan bakar dan energi ramah lingkungan. Selain itu, pemanasan global ini bukan hanya masalah satu negara saja, namun merupakan permasalahan seluruh negara di dunia. Untuk itu, kita semua sebagai umat manusia yang peduli terhadap lingkungan dan generasi yang akan datang seharusnya dapat mengampanyekan dan melakukan tindakan-tindakan yang dapat mengurangi emisi gas rumah kaca seperti mengurangi penggunaan energi fosil, mengurangi pemakaian listrik, menggunakan bahan-bahan daur ulang, tidak membuang sampah sembarangan , dan masih banyak hal-hal kecil yang dapat dilakukan mulai dari diri kita sendiri.
By: Basso
STOP USING PLASTIC BAGs!!!!
Sebelumnya gua nulis ini bukannya sok jadi duta lingkungan atau ikut-ikutan orang-orang gara-gara lagi heboh-hebohnya GLOBAL WARMING!!.. TAPI ya gak ada salahnya juga qlo kita sebagai manusia penghuni BUMI ini patut ngejaga dan ngerawat rumah yang kita tempati ini kan…
Disini bagi yang udah mau meluangkan waktunya untuk hanya sekedar liat-liat atau Alhamdulillah mau baca tulisan ini, Cuma mau mengajak kawan-kawan untuk lebih concern lagi ke masalah SAMPAH terutama PLASTIC WASTE …Karena di salah satu mata ajaran kuliah saya yaitu BIOTEKNOLOGI TANAH, juga belum ditemukan bakteri yang dapat merombak kumpulan polimer tersebut..(hahahahaha promosi dikiiiitt yiiaahh..) Sampah PLASTIK berbahaya bagi LINGKUNGAN karena ::
- PLASTIK SANGAT SULIT HANCUR SECARA ALAMI dan juga sulit di daur ulang. Setiap sampah plastik yang di buang, baru akan hancur dalam waktu 200-400 tahun!
- Walaupun murah bahkan sering diberikan gratis, plastik dibuat dengan menggunakan minyak bumi, sumber energi yang mulai langka. Di Inggris sebagai contoh menggunakan 2 miliar barel minyak untuk industri kantong plastik. Pada akhirnya minyak yang terpakai terbuang sia-sia karena hanya dipakai sekali-dua kali lalu menggunung di tempat sampah.
- Sampah plastik sangat berbahaya bagi beberapa jenis hewan. Di Australia tercatat lebih dari 100.000 hewan yang terdiri dari burung, ikan paus, anjing laut dan kura-kura mati karena menelan atau terbelit sampah plastik, dan lebih parahnya setelah tubuh hewan tersebut terurai, sampah palstiknya akan terbebas lagi ke alam.
- membakar sampah juga menyebabkan zat-zat beracun dari sampah terlepas ke udara yang kita hirup. Hal ini dapat memicu tumbuhnya kanker.
- dalam pembuatannya juga ikut dimasukkan sejenis bahan pelembut (plasticizers) supaya plastik bertekstur licin, lentur dan gampang dibentuk. Tapi kalau plastik dipakai buat bungkus makanan, plasticizers bisa mengkontaminasi makanan. Apalagi kalau makanan yang dibungkus masih panas, si plasticizers dan monomer-monomernya bisa makin cepat keluar dan pindah ke makanan dan masuk ke tubuh kita.
- Sampah plastik dari sektor pertanian dunia setiap tahunnya mencapai 100 juta ton. Kalau sampah plastik ini dibentangkan, panjangnya bisa membungkus bumi sampai sepuluh kali.
(this article has taken from Go-Girl Magz 3rd Anniversary series.)
Jadi solusinya sekarang buat kita-kita
Ø Qlo beli sesuatu dan barang yang kita beli kecil gak usah pake kantong plastik, masukkin aja ke dalem tas. Ok!
Ø Solusi qlo kita mau belanja dalam jumlah yang banyak sediain sendiri kantong kain yang ukurannya cukup buat belanjaan kita.
Ø Kalo akhirnya terpaksa banget nerima kantong plastik, simpan plastik itu dan dilipet untuk digunain berulang-ulang.
Ø Nah yang ini qlo lo lagi belanja bulanan ma nyokap ato nemenin nyokap belanja bulanan, mending make kerdus bekas buat ngebungkusnya.
Ø Jangan membuang sampah organik di dalam kantong plastik yang tertutup rapat. Kalo sampahnya gak dibuka 10tahun lagipun, smpahnya blm bisa terurai sempurna..
Ok!!!
Mariii kita bersama –sama SELAMATKAN BUMI!!!
BY :: TBO (MSL 42)










<>
